Pembinaan Pengajian Fikih Shalat, Tauhid, dan Akhlak Tasawuf bagi Lansia di Cinakem dan Cibedug Berjalan Lancar
Lebak. faktualtimes.com
Program pembinaan keagamaan bagi kalangan lansia di Kampung Cinakem dan Cibedug, Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten berjalan dengan sukses. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PJJ) Universitas Terbuka ini digagas oleh Ade Yulyana dan berlangsung mulai Oktober hingga Desember 2025.
Mengusung tema “Pembinaan Pengajian Fikih Shalat, Tauhid, dan Akhlak Tasawuf bagi Lansia”, program ini menjadi salah satu kegiatan pengabdian yang paling dinanti warga dua kampung adat tersebut.
Dengan wilayah yang cukup terpencil serta keterbatasan akses terhadap pembinaan keagamaan, kehadiran mahasiswa KKN dinilai membawa suasana baru dan manfaat nyata bagi para peserta lansia.
Pengajian rutin mingguan menjadi inti dari pelaksanaan KKN ini. Kegiatan diselenggarakan di mushola dan masjid kampung, dan diikuti oleh puluhan lansia dengan penuh antusias. Materi pengajian disusun secara sistematis oleh Ade Yulyana, mencakup:
Fikih Shalat: pembenahan gerakan dan bacaan shalat sesuai tuntunan sunnah, yang disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta lansia.
Tauhid: penguatan keyakinan kepada Allah sebagai pondasi ibadah sehari-hari.
Akhlak Tasawuf: pembelajaran mengenai nilai-nilai sabar, ikhlas, syukur, dan tawadhu sebagai bentuk penyucian hati.
Para peserta merasa sangat terbantu dengan penyampaian materi yang sederhana, mudah dipahami, dan dekat dengan permasalahan ibadah yang mereka hadapi.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya bimbingan ini. Banyak dari kami sudah lanjut usia dan terkadang lupa atau kurang paham soal tata cara ibadah yang benar,” ujar salah satu peserta pengajian dengan haru.
Selain memberikan materi inti, Ade Yulyana juga menerapkan pendekatan personal melalui sesi tanya jawab, konsultasi ibadah, dan diskusi ringan. Cara ini membuat para lansia merasa dihargai dan lebih leluasa menyampaikan kesulitan ibadah yang selama ini jarang mereka tanyakan.
Metode pendekatan yang ramah ini terbukti efektif membangun kedekatan emosional sekaligus meningkatkan retensi pemahaman peserta. Tidak sedikit lansia yang menyampaikan bahwa selama ini mereka ingin belajar, namun tidak memiliki tempat belajar yang terstruktur.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Iis Arifudin, M.Ag, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan pengabdian seperti ini merupakan implementasi nyata dari tridharma perguruan tinggi.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, melainkan juga mampu terjun langsung ke masyarakat dan memberikan manfaat sesuai bidang keilmuannya.
“Kegiatan seperti ini sangat penting. Mahasiswa belajar bagaimana mendidik, membimbing, sekaligus memahami kultur masyarakat. Itu adalah bekal berharga bagi mereka sebagai calon pendidik dan da’i,” ungkapnya.
Warga Kampung Cinakem dan Cibedug menyambut baik program pengajian lansia ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat berlanjut secara berkesinambungan, terutama mengingat keterbatasan akses dan jarangnya pembinaan keagamaan di wilayah pedalaman tersebut.
Para lansia mengakui bahwa bimbingan fikih, tauhid, dan akhlak tasawuf memberikan ketenangan batin, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat hubungan kemasyarakatan melalui kegiatan religius bersama.
Dengan berakhirnya masa KKN pada Desember 2025, program ini diharapkan meninggalkan dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat. Meningkatnya pemahaman akan:
Tata cara shalat yang benar
nilai-nilai spiritualitas dalam tasawuf
pemahaman dasar akidah
serta kedisiplinan menjalankan ibadah
menjadi modal penting dalam pembinaan religius masyarakat pedalaman.
Program ini sekaligus membuka ruang bagi tokoh lokal dan generasi muda setempat untuk melanjutkan tradisi pengajian agar tetap hidup dan berkembang.
